D Mengandung klorofil E. Terletak pada permukaan luar organ 27. Jaringan mana yang paling banyak berperan dalam proses fotosintesis? A. Jaringan palisade D. Mulut daun B. Jaringan bunga karang E. Kambium C. Jaringan epidermis 28. Jika kita membuat sayatan melintang akar tumbuhan dikotil, kemudian diamati dengan mikroskop, akan terlihat susunan anatomis akar dikotil sebagai berikut: 1. stele
terjawab• terverifikasi oleh ahli Pernyataan berikut berhubungan dengan ciri jaringan pada tumbuhan: 1. Mengandung lebih banyak klorofil 2. Terlindung oleh selapis sel di atasnya 3. Susunan selnya sangat rapat dan tersusun rapi jaringan yang memiliki ciri-Ciri tersebut adalah ,, ,, 2 Lihat jawaban Iklan zakipelajar ======>Jaringan Palisade<=======
Perhatikanpernyataan di bawah ini! Memiliki bentuk sel yang berbeda dengan sel yang ada disekitarnya Bentuk isodiametrik atau memanjang Menghasilkan sekret berupa lendir, tanin, minyak, enzim dan kristal Mengeluarkan sekret yang dapat menarik perhatian serangga Dapat mengeluarkan air melalui proses gutasi Pernyataan di bawah ini yang berhubungan dengan sel sekretori ditunjukkan oleh nomor .
Perhatikanciri-ciri jaringan tumbuhan berikut! Sel-sel belum mengalami diferensiasi. Sel-sel mengalami diferensiasi. Memiliki vakuola kecil. Memiliki vakuola besar. Tidak memiliki ruang antarsel. Memiliki ruang antarsel. Ciri-ciri yang dimiliki oleh jaringan dewasa terdapat pada angka . 1), 3), dan 5)
Pembahasan Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan dalam dan luar dari tubuh dan organ tubuh. Fungsi jaringan epitel adalah melindungi tubuh atau organ, melapisi saluran kelenjar, dan menerima rangsangan. Sifat keras dan kaku karena banyak mengandung kalsium merupakan ciri dari jaringan tulang.
Totipotensimemungkinkan potongan tumbuhan induk dapat tumbuh menjadi tumbuhan utuh yang memiliki sifat sama dengan induknya. Karena sifat autonom dan totipotensi tumbuhan, kutur jaringan dapat dilakukan. Kultur jaringan dilakukan pada lingkungan yang terisolasi dan bebas hama, juga media dengan nutrisi tepat untuk pertumbuhan sel. Perbesar.
1 sel-sel mengalami penebalan sekunder dengan lignin 2) berfungsi sebagai pelindung daun dilengkapi lapisan lilin 3) bentuknya memanjang tegak dan banyak mengandung klorofil 4) sel-sel jaringan muda selalu membelah atau bersifat embrional 5) pada beberapa tempat termodifikasi menjadi stomata atau rambut Ciri-ciri jaringan epidermis tumbuhan adalah . A. 1 dan 2 B. 3 dan 4 []
20 Jaringan hewan/tumbuhan sesuai fungsi jaringan penutup permukaan luar dan dalam tubuh yaitu jaringan a. epithelium b. ikat c. saraf d. otot e. kulit 21. Epithelium pipih berlapis melapisi organ di bawah ini, kecuali a. Uterus b. Rongga mulut c. Esophagus d. Kulit telapak kaki e. Saluran anus 22.
Tumbuhanadalah organisme hidup yang menutupi sebagian besar daratan planet Bumi. Sehingga sangat mudah untuk menemuinya di mana-mana. Hal tersebut termasuk rumput, pohon, arti bunga, semak, pakis, lumut, dan banyak lagi. Tumbuhan sangat penting bagi kelangsungan hidup organisme lain termasuk manusia baik dalam jangka pendek maupun jangka
Yuk tingkatkan persiapanmu dengan latihan soal UTBK 2022 Biologi beserta pembahasannya di bawah ini. Selamat mengerjakan! Perhatikan gambar di bawah ini! 1. Pernyataan di bawah ini yang berhubungan dengan siklus sel yang ditunjukkan oleh skema di atas adalah . Sementara itu, fase M merupakan tahap pembelahan yang terdiri dari tahapan
aiR9. Pengertian Jaringan Tumbuhan – Jaringan adalah sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama juga melakukan tugas tertentu. Berdasarkan tipe struktur dan fungsi sel, jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi 2 yaitu jaringan meristematik embrional dan jaringan permanen dewasa. Baca Juga Pengertian Jaringan Dewasa Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian jaringan tumbuhan, struktur, ciri dan fungsi jaringan pada tumbuhan secara lengkap. Jaringan tumbuhan adalah sel sel yang mempunyai tujuan sama untuk membentuk suatu energi pada tumbuhan. Struktur Jaringan Tumbuhan Ada dua jaringan yang menyusun tumbuhan yaitu jaringan meristem embrional dan jaringan dewasa. Berikut struktur dan ciri jaringan meristem dan jaringan dewasa secara lengkap. Jaringan Meristem Embrional Jaringan meristem adalah jaringan yang masih aktif membelah dan belum mengalami diferensiasi. Sel-sel penyusun jaringan meristem berukuran kecil, dinding sel tipis, memiliki nukleus yang besar, mengandung banyak sitoplasma, tidak memiliki ruang antarsel, tidak memiliki vakuola atau memiliki vakuola berukuran sangat kecil, dan memiliki sifat totipotensi yang tinggi. Sel-sel meristem ada yang berbentuk bulat, lonjong, kuboid, atau prismatik. Sifat Jaringan Meristem Adapun sifat jaringan meristem diantaranya yaitu Bentuk sel bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel yang tipis. Masing-masing sel kaya akan sitoplasma dan mengandung satu atau lebih dari satu inti sel. Terdiri atas sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan. Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak ada. Biasanya tidak ditemukan adanya ruang antarsel di antara sel-sel meristem Jenis-Jenis Jaringan Meristem Berdasarkan asalnya, jaringan meristem dibedakan menjadi dua yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Meristem Primer Meristem primer adalah jaringan muda yang berasal dari perkembangan sel-sel embrionik. Jaringan meristem primer terdapat di ujung akar dan ujung batang. Aktivitas jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer. Menurut Haberland, meristem primer berasal dari promeristem yang berkembang menjadi protoderm bakal epidermis, prokambium bakal berkas pengangkut, dan meristem dasar bakal parenkim. Baca Juga Pengertian Fotosintesis Meristem Sekunder Meristem sekunder adalah jenis meristem yang berasal dari jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya, tetapi menjadi embrional kembali. Meristem sekunder meliputi kambium dan kambium gabus. Kambium terdapat pada akar maupun batang turpbuhan Dicotyledoneae dan Gymnospermae. Kambium gabus terdapat pada kulit batang dan’membentuk jaringan gabus yang sukar dilalui air atau tidak dapat dilalui air. Pertumbuhan sekunder mengakibatkan tumbuhan bertambah besar. Promeristem Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Contohnya pada lembaga biji tumbuhan. Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu meristem apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral. Meristem apikal atau meristem ujung, terdapat di ujung batang atau ujung akar. Meristem apikal menghasilkan pemanjangan akar dan batang tumbuhan sehingga tanaman bertambah tinggi. Meristem interkalar atau meristem antara, terdapat di antara jaringan dewasa dan terdapat di pangkal ruas batang. Meristem lateral atau meristem samping, terdapat sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya, contoh kambium dan kambium gabus felogen. Kambium ke arah luar membentuk floem dan ke arah dalam membentuk xylem. Kambium gabus ke arah luar membentuk felem dan ke arah dalam membentuk feloderm. Jaringan Dewasa Pengertian jaringan dewasa adalah jaringan tumbuhan yang susun atas sel-sel yang sudah berhenti membelah dan telah mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah proses perubahan jaringan meristem menjadi jaringan-jaringan lain yang lebih kompleks. Karakteristik atau ciri-ciri jaringan dewasa diantaranya seperti Baca Juga Pengertian Daun Tidak ada aktivitas pembelahan sel Ukuran sel relatif lebih besar dari sel meristematik Terkadang sel telah mati Terdapat ruang antarsel Dinding sel mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya Sitoplasma sedikit dan vakuola besar. Struktur dan Fungsi Jaringan Dewasa Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut. Jaringan Pelindung Jaringan pelindung pada tumbuhan terdiri atas jaringan epidermis dan jaringan gabus. Fungsi jaringan pelindung adalah melindungi tumbuhan dari pengaruh luaryang merugikan. Jaringan Epidermis Jaringan epidermis adalah jaringan yang terluar dan menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Umumnya jaringan epidermis terdiri atas satu lapis sel dengan susunan rapat tanpa ruang antarsel. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian atau jaringan dalam tubuh tumbuhan dari pengaruh buruk lingkungan atau patogen, menyerap air dan mineral khusus daerah akar dan daun, menyekresi lapisan lilin atau kutikula yang bisa mencegah evaporasi pada batang dan daun. Karakteristik atau ciri-ciri jaringan epidermis, diantaranya yaitu a. Terdiri dari satu lapis sel yang tersusun atas sel-sel hidup dan tersusun rapat sehingga tidak ada ruang antarsel. b. Bentuk, ukuran, dan susunannya beragam umumnya berbentuk persegi panjang c. Tidak berklorofil. Kecuali epidermis tumbuhan paku. d. Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, akan tetapi dinding sel epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis. e. Dapat mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, diantaranya seperti Baca Juga Pengertian Stomata Daun Stomata mulut daun. Fungsi stomata adalah sebagai akses keluar masuk oksigen dan karbon dioksida. Trikomata rambut-rambut. Fungsi trikomata adalah sebagai pelindung hampir seluruh permukaan tumbuhan. Spina duri. Ini terdapat pada beberapa jenis tumbuhan seperti mawar dan bunga kertas. Velamen atau epidermis ganda. Ini terdapat pada akar gantung. Sel kipas. Sel kipas ini terdapat pada beberapa jenis tumbuhan dan terletak pada bagian atas permukaan daun. Fungsi sel kipas adalah untuk mengurangi penguapan. Sel kersik , yaitu sel yang menyebabkan permukaan batang tumbuhan menjadi keras. Contoh sel kresik ada pada tumbuhan tebu. Jaringan Gabus Setelah batang membesar, epidermis terdesak lalu pecah dan rusak. Kemudian, epidermis tidak aktif lagi dan fungsinya digantikan jaringan gabus. Jaringan gabus dibedakan menjadi tiga macam yaitu eksodermis, endodermis, dan peridermis. Pada bagian peridermis terdapat felem, felogen, dan feloderm. Jaringan Dasar Parenkim Jaringan Parenkim disebut juga dengan jaringan dasar karena terletak hampir di semua bagian tumbuhan. Ciri-ciri jaringan dasar atau jaringan parenkim diantaranya yaitu Sel penyusunnya renggang sehingga memiliki banyak ruang antarsel. Ruang antarsel ini digunakan untuk pertukaran gas. Dinding sel tipis dan bervakuola besar untuk menyimpan makanan cadangan. Selnya berbentuk polihedral atau segi banyak. Jenis-Jenis Jaringan Parenkim Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi 5 macam yaitu Parenkim asimilasi, yaitu jaringan parenkim yang berfungsi memproduksi zat makanan melalui proses fotosintesis karena mengandung klorofil. Contoh perenkim asimiliasi yaitu parenkim palisade jaringan pagar dan parenkim spons bunga karang pada daun. Parenkim pengangkut, yaitu parenkim yang terdapat di sekitar jaringan pengangkut. Sel perenkim pengangkut berbentuk memanjang sesuai arah pengangkutannya. Parenkim penimbun, yaitu jaringan parenkim yang berfungsi untuk menyimpan makanan cadangan berupa gula, tepung, lemak dan protein. Parenkim penimbun terdapat pada empulur batang dan akar, umbi, umbi lapis, biji, dan akar rimpang. Parenkim air, yaitu jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan air. Umumnya parenkim air ini terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering xerofit, tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen. Parenkim udara aerenkim, yaitu jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan udara. Parenkim udara bisa ditemukan pada tanaman anggrek, batang teratai, batang talas, dan batang genjer. Baca Juga Pengertian Kloroplas Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi Parenkim palisade, yaitu parenkim penyusun mesofil daun yang berbentuk silindris atau memanjang, tegak, dan mengandung kloroplas. Parenkim bunga karang, yaitu parenkim penyusun mesofil daun yang sel penyusunnya memiliki bentuk dan ukuran yang tidak teratur dengan ruang antarsel relatif lebih besar. Parenkim lipatan, yaitu parenkim yang dinding selnya mengalami lipatan ke arah dalam dan mengandung banyak kloroplas. Parenkim lipatan ditemukan pada mesofil daun pinus dan padi. Parenkim bintang, yaitu perenkim berbentuk seperti bintang dan bersambungan pada bagian ujungnya, perenkim ini dapat ditemukan pada tangkai daun Canna sp. Jaringan Penguat Mekanik Jaringan penguat atau jaringan mekanik pada tumbuhan berfungsi memperkokoh tubuh tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penguat dibedakan menjadi Jaringan Kolenkim Karakteristik atau ciri ciri jaringan kolenkim diantaranya yaitu Tersusun dari sel-sel hidup. Umumnya ditemukan pada bagian bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, ibu tulang daun dan buah. Jaringan kolenkim jarang ada pada akar. Dinding sel tidak mengandung lignin, tapi mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa sebagai penguat pada organ tumbuhan yang masih muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak. Merupakan jaringan penguat utama organ tumbuhan yang masih aktif mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Berdasarkan letak dan bentuk penebalannya, ada beberapa jenis jaringan kolenkim diantaranya yaitu Kolenkim angular kolenkim sudut, yaitu penebalan dinding pada sudut sel dan memanjang mengikuti sumbu sel. Contoh kolenkim angular terdapat pada daun Vitis, Begonia, dan Solanum tuberosum. Kolenkim lamelar kolenkim papan, yaitu penebalan dinding pada dinding tangensial sejajar permukaan sehingga bentuknya seperti papan yang berderet, contoh kolenkim lamelar dapat ditemukan pada korteks batang Sambucus. Kolenkim tubular lakunar, yaitu penebalan pada dinding yang menghadap ruang antarsel, contoh kolenkim tubular terdapat pada tangkai daun Salvia. Baca Juga Fungsi Batang Jaringan Sklerenkim Karakteristik atau ciri ciri jaringan skelerenkim, diantaranya yaitu Terdiri dari sel-sel mati dengan dinding sel tebal. Hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Memiliki dinding sekunder yang tebal dan terdiri atas lignin. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut sklerenkim dan sklereid. Serabut sklerenkim yaitu bagian berupa benang panjang dalam berkas pengangkut. Biasanya, serabut sklerenkim merupakan seludang yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan floem. Sedangkan, sklereid sel batu ada pada semua bagian tumbuhan terutama dalam kulit kayu, pembuluh tapis, buah, dan biji. Sklereid yang terdapat soliter di antara sel lainnya disebut idioblas. Sel sklereid juga dapat terhimpun menjadi kelompok sel keras di antara sel parenkim di sekelilingnya. Jaringan Pengangkut Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan pengangkut dibedakan menjadi Xilem Fungsi xilem atau pembuluh kayu adalah untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Umumnya, sel penyusun xilem sudah mati dengan dinding sekunder yang sangat tebal tersusun atas lignin sebagai jaringan penguat. Xilem terdiri atas unsur trakeal trakea dan trakeid, serabut xilem, dan parenkim xilem. Floem Fungsi floem atau pembuluh tapis adalah untuk mengangkut dan mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri dari berbagai macam bentuk sel hidup dan mati meliputi unsur kibral sel-sel tapis dan komponen buluh tapis, sel pengantar, sel albumin, parenkim floem dan serabut floem. Baca Juga Fungsi Akar Demikian pembahasan tentang pengertian jaringan tumbuhan, struktur, ciri dan fungsi jaringan pada tumbuhan secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.
Hallo Episcia,kakak bantu jawab ya Jawaban soal ini adalah B. Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah jaringan yang terdiri dari sel-sel yang memanjang secara tegak lurus pada permukaan palisade berfungsi sebagai tempat proses fotosintesis pada tumbuhan karena jaringan ini terdapat banyak klorofil yang membuat jaringan palisade bisa menyerap cahaya matahari sebagai energi untuk melakukan palisade juga berfungsi sebagai pengisi utama lapisan sel dalam daun,selain itu jaringan ini juga berfungsi sebagai proses transpirasi, yaitu proses keluarnya air yang menguap dari dinding sel-sel parenkim. Jaringan palisade memiliki ciri-ciri, yaitu a. Mengandung banyak klorofil untuk proses fotosintesis oleh selapis sel di atasnyaepidermis. c. Susunan selnya sangat rapat dan tersusun rapi. Jadi,jaringan yang sesuai dengan ciri-ciri di soal adalah B jaringan palisade. Semoga membantu ya.
– Jaringan ?? Jaringan merupakan kumpulan sel yang mempunyai suatu bentuk dan struktur yang sama untuk suatu fungsi tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang jaringan disebut yaitu histologi. jaringan tidak hanya di jaringan manusia dan hewan saja, tapi tumbuhan juga memiliki jaringan. Untuk itu, itu disini akan membahas tentang pengertian Jaringan pada tumbuhan, Macam-Macam Jaringan tumbuhan, dan beserta fungsi jaringan pada tumbuhan. Mari simak ulasan dibawah berikut. Pengertian Jaringan TumbuhanKlasifikasi jaringan Tumbuhan Beserta Ciri & FungsinyaSebarkan iniPosting terkait Pengertian Jaringan Tumbuhan Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan dari beberapa sel yang sejenis, memiliki fungsi yang sama, dan jaringan pada tumbuhan terdiri dari atas suatu jaringan meristem dan jaringan permanen. jaringan tumbuhan adalah sel-sel yang memiliki tujuan yang sama untuk membentuk suatu energi pada tumbuhan. Jaringan tumbuhan berbeda dengan jaringan hewan, jaringan initerdiri dari sel-sel meristem, suatu analog dari sel-sel punca stem cells hewan. Jaringan merupakan suatu kumpulan beberapa sel yang sama, dalam hal ini sel tersebut akan saling bekerja sama untuk tujuan tertentu. Dalam sebuah jaringan terdapat tugas pada tiap-tiap jaringan bersamaan dengan sel-sel tersebut. Organisme bertalus, seperti alga ganggang dan fungi jamur, tidak mempunyai perbedaan jaringan, meskipun mereka bisa membentuk sebuah struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporofor. Klasifikasi jaringan Tumbuhan Beserta Ciri & Fungsinya 1. Jaringan Meristem Jaringan meristem adalah tersusun atas sel-sel yang selalu membelah. Jaringan meristem tumbuh ini fungsinya melakukan pembelahan sel tubuh pada suatu tumbuhan didapati 2 titik tumbuh, yaitu titik tumbuh akar dan titik tumbuh batang. Pada kedua titik tumbuh tersebut terdapat pada sel-sel yang aktif membelah dan sifatnya meristematis. Terdapat pada embrio diujung akar, ujang batang dan kambium. Ciri-Ciri Jaringan Meristem Mempunyai ukuran sel yang kecil Terdiri dari sel-sel muda dalam tahap pembelahan & pertumbuhan Memiliki Sel yang berdinding tipis Memiliki nukleus yang relatif besar Vakuola berukuran kecil Banyak nya mengandung sitoplasma Selnya yang berbentuk kubus Jenis-Jenis Jaringan Meristem Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu sebagai berikut Promeristem, yaitu suatu jaringan meristem yang sudah ada sejak tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Jaringan meristem primer, yaitu suatu jaringan meristem yang terdapat pada tunas dan akar. Jaringan meristem sekunder, yiatu suatu jaringan meristem yang menyebabkan batang dan akar membesar ke arah samping. Berdasarkan letak & posisinya dalam tumbuhan, jaringan meristem bisa dibagi menjadi 3 macam yaitu sebagai berikut Meristem apikal ujung, yaitu suatu jaringan meristem yang ada nya di ujung batang dan ujung akar dan mengakibatkan pertumbuhan tunas batang & akar. Meristem interkalar ruas, yaitu suatu jaringan meristem yang ada nya di antara ruas-ruas batang & mengakibatkan ruas-ruas batang bisa bertambah panjang. Meristem lateral samping, yaitu suatu jaringan meristem yang ada nya di kambium & mengakibatkan batang akan bertambah lebar. 2. Jaringan Permanen/ Jaringan Dewasa Jaringan dewasa merupakan suatu jaringan yang tidak lagi aktif. Dalam hal ini jaringan ini mengalami sebuah diferensi. Jaringan dewasa ini terbentuk dari suatu proses diferensiasi sel-sel meristem, baik itu meristem primer maupun meristem sekunder. Jaringan ini sudah tidak mengalami sebuah pembelahan lagi atau tidak aktif. Ciri Ciri Jaringan Permanen/ Jaringan Dewasa Jaringan yang satu ini tidak aktif membelah diri Ukurannya lebih besar dari jaringan meristem Memiliki vakuola yang ukurannya besar, sehingga mempunyai plasma sel yang sedikit & merupakan selaput yang menempel pada sebuah dinding sel Pada sela-sela selnya mempunyai ruang antarsel Sel sudah mengalami suatu penebalan dinding yang sesuai dengan fungsinya Fungsi Jaringan Permanen/ Jaringan Dewasa Berdasarkan fungsinya jaringan dewasa ini dibedakan menjadi beberapa jenis di antaranya yaitu sebagai berikut. Berikut merupakan penjelasan jenis-jenis jaringan dewasa atau permanen. Macam-Macam Jaringan Permanen/ Jaringan Dewasa Jaringan dewasa bisa terdiri dari beberapa macam yang dibedakan dengan berdasarkan dari bentuk & fungsinya. Macam-macam jaringan dewasa permanen yaitu sebagai berikut. A. Jaringan Epidermis/Pelindung Jaringan epidermis adalah suatu jaringan yang melapisi permukaan tubuh tumbuhan, baik pada suatu daun, batang, dan akar. Jaringan epdermis yang satu ini tersusun rapat fungsinya untuk sebagai jaringan pelindung. Jaringan epidermis ini berasal dari protoderm yang terletak di bagian paling luar. Fungsi jaringan epidermis yaitu untuk menutupi permukaan tumbuhan dan melindungi organ-organ tumbuhan. Jaringan epidermis tidak mempunyai klorofil. Pada epidermis dapat terdapat stomata, trikomata, spina duri, velamen, sel kipas dan sel kersik. Ciri-Ciri Jaringan Epidermis Mempunyai susunan sel rapat tanpa adanya ruang antarsel Terdiri dari sel-sel hidup Dinding sel yang beragam dengan bergantung posisi & jenis tumbuhan Mempunyai protoplasma hidup yang mengandung sebuah kristal garam, getah, kristal silikat, & minyak. Mempunyai vakuola yang ukurannya besar yang bisa berisi antosianin Tidak berkloroplas, kecuali pada sel penutup, pada hidrofit, & tumbuhan dibawah naungan Mengalami sebuah modifikasi dengan membentuk suatu derivat jaringan epidermis seperti stomata, vilamen, trikomata rambut-rambut, sel kersik sel silika, spina duri dan sel kipas. Fungsi Jaringan Epidermis Berfungsi untuk menutupi permukaan tumbuhan Berfungsi untuk melindungi organ-organ tumbuhan Berfungsi untuk membatasi penguapan Berfungsi untuk menyerap dan menyimpan air Berfungsi untuk menyokong mekanik B. Jaringan Parenkim/Jaringan Dasar Jaringan parenkim atau jaringan dasar ialah suatu jaringan tumbuhan yang bisa ditemukan pada hampir semua bagian tumbuhan. Hal ini dikarenakan jaringan ini adalah penyusun dari sebagian besar organ yang ada pada sebuah tumbuhan. Jaringan parenkim ini terbentuk dari sel-sel yang hidup dengan struktur morfologis & siologis yang beragam. Pada jaringan dasar ini juga menjadi tempat berlangsungya proses fotosintesis yang membuat tumbuhan dapat menghasilkan makanan sendiri. Ada beberapa macam jaringan parenkim di antaranya yaitu parenkim asimilasi, parenkim air, parenkim udara, parenkim pengangkut, parenkim palisade, parenkim penimbun, parenkim bunga karang, parenkim bintang dan parenkim lipatan. Ciri-Ciri Jaringan Parenkim Terdiri atas sel-sel yang ukurannya besar dan berdinding tipis sel yang berbentuk segi enam Posisi inti sel mendekati dasar sel Memiliki banyak vakuola Bisa bersifat embrional & meristematik Memiliki ruang antarsel Fungsi Jaringan Parenkim Berfungsi untuk penyusun sebagian besar organ tumbuhan Berfungsi untuk tempat penyimpanan cadangan makanan Berfungsi untuk tempat berlangsungnya fotosintetis Berfungsi untuk jaringan penyokong Macam-Macam Jaringan Parenkim Dasar Jaringan parenkim dasar dikelompokkan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut Macam-Macam Jaringan Parenkim Berdasarkan Fungsinya Parenkim asimilasi klorenkim mengandung klorofil yang fungsinya untuk fotosintetis Parenkim air jaringan yang terdapat pada tumbuhan xerofit atau epifit berfungsi untuk penimbun/menyimpan air untuk melewati musim kering. Parenkim penimbun Jaringan yang fungsinya untuk tempat penyimpanan cadangan makanan. Jaringan ini biasa terdapat pada akar, buah, umbi, dan batang. Makanan tersebut bisa berbentuk zat-zat padat, tepung, lemak, protein, gula. Parenkim udara Aerenkim jaringan yang mempunyai ruang antarsel yang fungsinya dalam mengapungkan tumbuhan di air, hal ini bisa ditemukan pada tangkai daun Canna sp Parenkim pengangkut Jaringan yang fungsinya sebagai pembuluh angkut baik itu makanan dan maupun air. Macam-Macam Jaringan Parenkim Berdasarkan Bentuknya Parenkim palisade parenkin penyusun mesofil pada daun. Jaringan yang satu ini terdapat pada biji dengan bentuk sel panjang, tegak, mengandung banyak kloroplas. Parenkim bunga karang jaringan yang satu ini merupakan jaringan penyusun mesofil daun yang berukuran tidak tetap serta terdapat ruang antar sel lebar Parenkim bintang jaringan yang ini bisa ditemukan pada tangkai daun Canna Sp. dengan bentuk seperti bintang yang bersambungan pada bagian ujungnya Parenkim lipatan dan jaringan yang ini bisa dijumpai pada mesiofil daun pinus dan padi. Terjadi perlipatan ke arah dalam pada bagian dinding sel dan mengandung banyak kloroplas. 3. Jaringan Penyokong/ Jaringan Penguat Jaringan penyokong atau jaringan penguat adalah jaringan yang memberikan suatu kekuatan bagi tumbuhan sehingga dapat berdiri tegak seperti yang kita lihat biasanya. Fungsi utama dari jaringan penyokong ini yaitu berfungsi untuk memperkokoh tumbuhan. Ciri utama jaringan ini yaitu mempunyai dinding yang tebal serta akan berhenti melakukan pembelahan ketika sudah mencapai usia dewasa. Ada dua jenis jaringan penyokong yaitu sebagai berikut A. Jaringan Kolenkim Jaringan kolenkim merupakan sebuah jaringan penyokong atau penguat pada organ tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim ini merupakan sel hidup yang bersifat mirip dengan parenkim. Ada sel yang mengandung kloroplas dan berperan dalam sebuah proses fotosintetis. Kolenkim tersusun dari sel-sel hidup dengan protoplasma yang aktif & mempunyai bentuk memanjang dengan penebalan yang tidak merata. Jaringan penyokong ini fungsinya dalam memperkokoh tumbuhan. Sel-sel yang kuat, tebal dan sudah mengalami spesialisasi. Jaringan ini fungsinya untuk pelindung biji dam belas veskuler. Ciri-Ciri Jaringan Kolenkim Mempunyai struktur yang tebal & juga kuat Bisa mengalami spesialisasi ada pada batang, daun & biji Selnya mengalami penebalan pada bagian sudutnya Penebalan berupa selulosa Pada umumnya berkelompok membentuk sebuah untaian/silinder Fungsi-Fungsi Jaringan Kolenkim Berfungsi untuk menunjang & memperkokoh bentuk tumbuhan Berfungsi untuk melindungi berkas pengangkut Berfungsi untuk memperkuat jaringan parenkim B. Jaringan Sklerenkim Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat yang terdiri dari sel-sel mati. Sklerenkim ini mempunyai dinding sel yang kuat, tebal & mengandung lignin. Sklerenkim ini terbagi dari dua macam yang berdasarkan bentuknya yakni, serabut dan sklereid sel batu. Serabut atau serat berasal dari jaringan meristem yang terdiri dari sel-sel panjang dan bergerombol yang membentuk anyaman atau pita. Misalnya pelepah daun pisang. Sedangkan pada sklereid sel batu yaitu jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel mengalami penebalan. Contohnya pada tempurung kelapa atau kulit biji beras. Ciri-Ciri Jaringan Sklerenkim Mengalami penebalan pada semua bagian dinding sel Penebalan yang berupa lignin Berupa sel mati Pada umumnya ditemukan pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami suatu pertumbuhan dan perkembangan Terletak di perisikel, korteks dan diantara xilem dan floem Fungsi Jaringan Sklerenkim Berfungsi untuk alat bertahan terhadap tekanan dari luar Berfungsi untuk melindungi dan menguatkan bagian dalam sel Berfungsi untuk alat penyokong 4. Jaringan Pengangkut Jaringan pengangkut merupakan jaringan yang tugasnya mengangkut zat pada tumbuhan. Fungsi utama dari jaringan pengangkut yaitu untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Secara umum jaringan pengangkut dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut A. Xilem xilem merupakan pengakut zat makanan dengan menyalurkan air dan mineral dari akar menuju ke daun & bagian tubuh yang lainnya. Xilem tersusun dari yaitu sebagai berikut Unsur trakeal, yang terdiri dari trakea sel-sel berbentuk tabung & trakeid sel-sel yang panjang dengan lubang pada dinding selnya Serabut xilem, yang terdiri dari sel panjang dengan ujung yang meruncing Parenkim xilem, yang berisi zat seperti cadangan makanan, tanin & kristal B. Floem Floem merupakan pengangkut zat makanan dari hasil fotosintetis dari daun ke seluruh tubuh. Floem tersusun dari yaitu sebagai berikut Bulu tapis, yaitu yang bentuknya tabung dengan ujung yang berlubang Sel pengiring, yaitu yang bentuknya silinder dengan plasma yang dekat Serabut floem, yaitu yang bentuknya panjang dengan ujung berimpit & dindingnya tebal Parenkim floem, yaitu selnya hidup, mempunyai dinding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah. Parenkim floem berisi tepung, damar, atau kristal. 5. Jaringan Gabus/Peridem jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel gabus yang bentuknya memanjang. Fungsi utama jaringan gabus ialah untuk melindungi jaringan lain supaya tidak kehilangan air dengan sifat kedap airnya. Jaringan ini terdapat di permukaan luar batang. Jaringan gabus adalah sel pengganti epidemis yang sudah mati. Pada jaringan gabus/peridem ini mengandung zat suberin/zat gabus. yang fungsinya untuk pelindung dan jalur transportasi air. Ciri-Ciri Jaringan Gabus Yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus Merupakan sel mati dan kosong Yang bentuknya memanjang & berdinding gabus Macam-Macam Jaringan Gabus Jaringan gabus terdiri atas dua macam yaitu sebagai berikut Felem yaitu jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus berarah luar dan sel-sel matinya Feloderm yaitu jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan sel-selnya hidup yang menyerupai parenkim Setelah menjelaskan semua tentang jaringan tumbuhan kita dapat menyimpulkan bahwa jaringan tumbuhan mempunyai struktur ciri & fungsinya masing-masing didalam tumbuhan. Terima kasih sudah mengunjungi artikel ini semoga ulasan tentang √ Jaringan Tumbuhan Pengertian, Struktur, Ciri, Fungsi & Gambarnya Lengkap. Bermanfaat bagi pembaca setia Baca Juga Artikel Lainnya √ Sel Tumbuhan Pengertian, Fungsi, Jenis, Karakteristik & Strukturnya Terlengkap √ Perbedaan Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan Serta Tabel + Gambarnya Lengkap √ Jaringan Kolenkim Pengertian, Fungsi, Struktur, Ciri dan Macamnya Terlengkap √ Sel Hewan Pengertian, Struktur, Bagian, Fungsi & Gambarnya Lengkap √ Jaringan Meristem Pengertian, Fungsi, Sifat, Ciri, Struktur dan Letaknya Terlengkap