AllahSelalu Memberi yang Terbaik. DALAM kesendirian dan dalam keadaan bahaya, Ratu Ester berdoa kepada Tuhan, Allah Israel. Dalam sejarah Israel, dialami bagaimana Allah menyertai bangsa ini. Allah yang memilih Abraham dari tanah kelahirannya, dan membentuk dia menjadi sebuah bangsa. Allah sejarah itulah, yang diharapkan Ester sebagai Allah AllahSwt. bahkan bisa memberikan seratus atau seribu kali lipat. Ya. Ketika tiba saatnya, mereka memberikan semua yang wajib diberikan. Karena itu, mereka mendapatkan dari Allah Swt. berkali-kali lipat dari apa yang mereka berikan. Saat ini di antara kaum mukmin ada yang berkata, “Berinfaklah di jalan Allah! Berikutulasan 3 poin penjelasan yang menjadi penunjang diterimanya doa oleh Allah. 1. Terbiasa bergegas dalam berbuat baik. Berbuat baik menjadi salah satu sifat terpuji Nabi Zakaria. Sifatnya ini tercermin dari sikapnya yang dengan tanggap melakukan yang terbaik untuk sesamanya. Memang, tak sedikit dari manusia yang tergolong orang baik Bukanlahkewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta Merekamalah menuduhnya sebagai tukang sihir dan tukang sulap yang ulung dikarenakan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Syuaib. (Hud [11]: 91). Ironisnya, mereka menantang Nabi Syuaib untuk menurunkan adzab (hukuman) kepada mereka jika hal itu benar. Setelah Nabi Syuaib berdoa, maka Allah memberi udara yang sangat panas, kering. Setiapmanusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Allah Ta'ala telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya: "Dan Tidak ada suatu binatang melata pun di bumi ini melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya." (Surah Hud ayat 6). Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda: "Allah Artinya “Dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk (hidayah) kepada pelaku-pelaku pengkhianatan.” Khianat berarti seseorang berlaku curang terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dia menerima suatu kepercayaan dari orang lain untuk tujuan tertentu, namun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai maksud yang memberi amanah, baik Merekaadalah ”kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”, yang berseru, ”Kami berutang keselamatan kepada Allah kami [Yehuwa], yang duduk di atas takhta, dan kepada Anak Domba [Yesus Kristus].”—Penyingkapan 7:4, 9, 10; 14:1-3; Roma 8:16, 17. RasulullahSAW bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya, dan dipanjangkan umurnya,maka sambunglah tali silaturrahim.“ (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasai). dan Rasulullah SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian, dan jangan (terlalu) lama disimpan dan ditahan. Sebab jika demikian, Allah SWT akan menahan (karunia-Nya) untukmu“ (HR Thispreview shows page 21 - 25 out of 30 pages. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka LkbW. Hits 504Waktu cepat berlalu, kita pasti senang hari ini bisa berkumpul kembali beribadah kepada Tuhan. Rahmat dan anugerah-Nya selalu melimpah di dalam hidup kita. Dia adalah Allah yang setia dan kasih-Nya tetap tak berubah, walaupun kadang-kadang kita tidak setia kepada-Nya. Seiring berjalannya waktu, kehidupan kita terus berubah. Berubah lebih baik pasti kita senang, tetapi apakah kita bisa menerima ketika kehidupan kita berubah menjadi buruk? Dalam segala keadaan, apakah kita tetap merasakan kasih setia Tuhan dalam hidup kita? Mari kita belajar dari kehidupan Ayub. Dalam Ayub 11-22 dicatat, bahwa Ayub adalah orang yang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia memiliki segala-galanya 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, harta kekayaan yang melimpah – tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga Ayub adalah orang terkaya dari semua orang di sebelah timur. Walaupun Ayub memiliki segala-galanya, ia rendah hati dan hidup dalam kekudusan di hadapan Tuhan. Tapi cerita selanjutnya memberitahukan kita, bahwa dalam sekejab mata, semua yang dimiliki oleh Ayub lenyap. Tuhan tahu tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan Tapi Tuhan mengizinkan penderitaan itu terjadi di atas diri Ayub. Puji syukur kepada Tuhan, Ayub memperlihatkan perjalanan imannya yang luar biasa, kuat, dan tidak goyah dalam menghadapi semua yang terjadi atas dirinya. Jika kita adalah Ayub, apa yang kita lakukan? Ayat 20 dan 21 “Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”. “Mengoyakkan pakaian” adalah suatu tindakan umum untuk menyatakan kesedihan, penyesalan atas dosanya sendiri maupun dosa orang lain. “Kepala gundul” dianggap sebagai kehinaan dalam kehidupan Israel pada zaman dahulu. “Sujud dan menyembah” menunjukkan sikap kerendahan hati. Tindakan Ayub ini menunjukkan bahwa ia tidak menyalahkan Tuhan dan tetap meyakini pimpinan atau otoritas Tuhan atas hidupnya. Ayub sadar bahwa dia tidak dapat melawan kedaulatan Tuhan atas hidupnya. Ketika badai kehidupan menerjangnya, yang teringat oleh Ayub adalah bagaimana waktu ia dilahirkan ke dunia ini. Ia sadar bahwa semua yang dimilikinya adalah pemberian dan titipan Tuhan. Karena itu, Ayub bisa mengungkapkan satu pernyataan yang luar biasa ini “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”. Dalam penderitaan Ayub tetap memuji nama TUHAN. Tuhan itu besar dan tetap berkuasa atas hidupnya, hanya Tuhan yang patut diagungkan dan dimuliakan. Semua yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan dan titipan Tuhan, bukan milik kita. Jika Tuhan mengambil apa yang kita miliki, sanggupkah kita berkata seperti Ayub? Mengapa meskipun Ayub mengalami segala musibah itu, ia tidak berbuat dosa dan tidak mempersalahkan Allah? Karena dari awal sudah dikatakan ia adalah seorang saleh, jujur, dan takut akan Tuhan Artinya ia memiliki pengenalan sangat baik akan TUHAN dan hidup bergaul dengan Tuhan. Ayat 5 sangat jelas memperlihatkan hal ini “Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. Kesungguhan kita mengenal Tuhan akan terlihat jelas melalui perbuatan-perbuatan kita di hadapan Allah. Kisah kehidupan Ayub mengingatkan 1. Kita butuh waktu untuk memahami rencana Tuhan yang indah dalam hidup kita. 2. Jangan pernah menyerah dalam menghadapi ujian dalam hidup ini, karena hidup kita ada dalam otoritas Tuhan. Rancangan Tuhan adalah yang terbaik untuk hidup kita. Hidup kita ini sepenuhnya ada di tangan Tuhan totalitas kedaulatan Allah atas hidup kita. 3. Dibalik kesulitan hidup, ada kuasa Allah sedang bekerja di dalamnya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kita hanya perlu taat dan setia kepada-Nya, maka kita akan mengalami kuasa dan kasih Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Amin. اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ‌ يُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ‌ؕ مَا مِنۡ شَفِيۡعٍ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ اِذۡنِهٖ‌ ؕ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمۡ فَاعۡبُدُوۡهُ‌ ؕ اَفَلَا تَذَكَّرُوۡنَ Inna Rabbakumul laahul lazii khalaqas samaawaati wal arda fii sittati aiyaamin summas tawaa 'alal 'Arshi yudabbirul amra maa min shafii'in illaa mim ba'di iznih; zalikumul laahu Rabbukum fa'buduuh; afalaa tazakkaruun Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy singgasana untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran? Juz ke-11 Tafsir Kalau orang kafir merasa heran atas diturunkannya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, maka apakah mereka tidak merasa heran dengan penciptaan langit dan bumi serta segala isinya? Tuhan Mahakuasa menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, sebagaimana Dia Mahakuasa menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi yang terbentang luas, dalam enam masa untuk memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu perlu proses, melalui perencanaan yang matang dan dikerjakan secara maksimal. Jika Allah menghendaki, maka Dia Mahakuasa menciptakan keduanya dalam sekejap. Setelah sempurna masa penciptaan langit dan bumi, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, singgasana untuk mengatur segala urusan makhluk-Nya. Tidak ada yang dapat memberi syafaat, yakni pertolongan pada Hari Kiamat untuk mendapat keringanan atau terbebas dari azab Allah kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Zat yang Mahaagung, Tuhanmu yang memelihara dan membimbingmu, maka sembahlah Dia, karena hanya Dia yang berhak disembah, jangan mempersekutukan Dia dengan apa pun. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kesempurnaan penciptaan langit dan bumi beserta isinya? Semuanya tunduk, patuh, dan bertasbih kepada Allah, Tuhan Pengatur segala urusan. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dialah yang mengatur perjalanan planet dan benda-benda angkasa lainnya, sehingga satu sama lain tidak saling berbenturan. Dia pula yang menciptakan bumi dan segala isi yang terkandung di dalamnya, sejak dari yang kecil sampai kepada yang besar, semuanya diciptakan dalam enam masa yang hanya Allah sendiri yang mengetahui berapa lama waktu enam masa yang dimaksud itu. Setelah menciptakan langit dan bumi, Dia bersemayam di atas Arsy singgasana, dan dari Arsy ini Dia mengatur dan mengurus semua makhluk-Nya. Ketika Rasulullah saw ditanya tentang Arsy, beliau mengatakan Bersabda Rasulullah, "Dahulu, Allah telah ada, dan belum ada sesuatupun sebelum-Nya dan adalah Arsy-Nya di atas air, kemudian Dia menciptakan langit dan bumi, dan menulis segala sesuatu di Lauh Mahfudh." Riwayat al-Bukhari dalam Kitab at-Tauhid Selanjutnya Allah menerangkan bukti lainnya yang membantah pendapat orang-orang kafir bahwa Al-Quran itu adalah sihir, yaitu Dialah yang memiliki dan menguasai segala sesuatu dengan kekuasaan yang tidak terbatas. Dia dapat berbuat sesuai dengan apa yang dikendaki-Nya. Tidak ada sesuatu makhluk pun”walaupun ia seorang rasul atau malaikat”dapat memberikan syafaat kecuali dengan izin-Nya. Yang dimaksud dengan "syafaat" disini ialah pertolongan para malaikat, nabi dan orang-orang saleh kepada manusia pada Hari Kiamat untuk mendapatkan keringanan atau kebebasan dari azab Allah jika Allah memerintahkan atau mengizinkannya. Ayat ini membantah dakwaan orang-orang kafir bahwa berhala yang mereka sembah selain Allah dapat memberi syafaat kepada mereka di Hari Kiamat. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat pertolongan mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan dan hanya bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai. an-Najm/53 26 Syafaat yang paling dirasakan manfaatnya oleh seseorang hamba ialah syafaat yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw, kepada seseorang yang hati dan jiwanya mengakui keesaan Allah. Abu Hurairah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw, lalu Rasulullah menjawab Manusia yang paling bahagia dengan syafaatku pada Hari Kiamat, ialah orang-orang yang mengucapkan "La ilaha illallah" yang timbul dari hati dan jiwa yang bersih." Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah Allah menegaskan kepada orang-orang kafir, apakah mereka tidak ingat dan tidak memperhatikan dalil-dalil dan bukti-bukti yang nyata ini, bahwa yang menciptakan alam ini adalah Allah sendiri, Dia yang mengatur segala urusan dari atas Arsy-Nya, dan Dia yang memberikan syafaat kepada orang yang dikehendaki-Nya. Itulah Tuhan yang wajib disembah, tidak ada tuhan yang lain selain Dia. Janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, baik dalam penciptaan langit dan bumi, maupun dalam penyembahan-Nya. Walaupun orang-orang Jahiliyah mengakui bahwa Allah sendirilah yang menciptakan alam ini, tidak bersekutu dengan siapapun, tetapi mereka mempersekutukan Allah dengan yang lain dalam menyembah-Nya. Mereka menyembah berhala di samping menyembah Allah. sumber Keterangan mengenai QS. YunusSurat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada masa Nabi Muhmmad berada di Madinah. Surat ini dinamai surat Yunus karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya. Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. Ayub 120-22 Ketika dilanda oleh suatu musibah yang besar, tidak sedikit orang yang akan meninggikan diri di hadapan Allah dan memberontak, mengutuk, bahkan meninggalkan Dia. Tidak demikian dengan Ayub. Sekalipun Ayub dilanda oleh musibah yang begitu besar, yang mungkin tidak pernah dialami oleh siapapun di dunia ini, ia tidak menghujat Allah atau menuduh Allah berbuat yang tidak patut Ayub 122. Ia merendahkan diri di hadapan-Nya, bersujud, bahkan menyembah Allah. Inilah karakter yang digambarkan oleh Alkitab sebagai pribadi yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan Ayub 11. Inilah yang Yakobus maksud sebagai teladan ketekunan Yakobus 511. Demikianlah karakter orang-orang yang telah dipilih oleh Allah menurut rencana-Nya untuk menjadikan mereka serupa dengan gambaran Tuhan Yesus Kristus Roma 828-29. Merekalah orang-orang yang pada akhirnya akan melihat mujizat. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Roma 828-29